#Attribution1 { height:0px; visibility:hidden; display:none }

Senin, 03 Maret 2014

ilmu komputer

         
Pengertian Ilmu Komputer


        Ilmu komputer adalah matematika dan engineering (teknik). Matematika menyumbangkan metode analisis, dan engineering menyumbangkan metode desain pada bidang ini.
        Ilmu komputer adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan komputer dan komputasi.
 Di dalamnya terdapat teoritis, eksperimen, dan pendesainan komponen, serta termasuk di dalamnya hal-hal yang berhubungan dengan :
1. Teori-teori untuk memahami perangkat computer, program dan system
2. Eksperimen untuk pengembangan dan pengetesan konsep
3. Metodologi desain, algoritma dan tool untuk merealisasikannya
4. Metode analisis untuk melakukan pembuktian bahwa realisasi sudah sesuai dengan persyaratan yang diminta.

         Ilmu komputer adalah studi sistematik tentang proses algoritmik yang menjelaskan dan mentransformasikan informasi, baik itu berhubungan dengan teori-teori, analisis, desain, efisiensi, implementasi, ataupun aplikasi-aplikasi yang ada padanya.

                Cara Mudah Mempelajari Ilmu Komputer
 Adapun caranya adalah sebagai berikut:
 
1. Membaca Literatur-literatur tentang Komputer

Untuk mendapatkan literatur-literatur komputer tidaklah susah. Anda bisa mendapatkannya di toko buku, perpustakaan, majalah-majalah komputer atau bahkan di internet. Saat ini banyak sekali literatur internet yang bertebaran di sekitar Anda. Biasanya literatur tersebut berbentuk panduan praktis, tutorial dan informasi-informasi yang berkaitan yang ditulis oleh orang-orang yang ahli di bidang komputer. Literatur-literatur tersebut kemudian anda baca dan pahami sebagai bekal Anda untuk mempelajari ilmu komputer.

2. Memperaktekkan Langsung di Depan Komputer

Setelah Anda membaca literatur-literatur tersebut, selanjutnya Anda harus memperaktikkan apa yang Anda baca itu di depan komputer Anda. Hal ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman Anda dan membiasakan diri untuk bekerja dengan komputer sehingga kemampuan Anda dalam bidang komputer terus meningkat berdasarkan ilmu dan pengalaman Anda.

3. Belajar Membuat Program-program sederhana

Bagi Anda yang berminat pada dunia pemerograman, Anda bisa belajar dengan cara mencoba membuat program-program sederhana di komputer Anda sesuai dengan program-program yang ingin Anda pelajari dengan sistem try and error sehingga lambat laun, Anda akan terbiasa membuat dan menjalankan program tersebut. Berdasarkan pengalaman dan pengetahuan Anda, maka perlahan tapi pasti Anda akan memahami dan menguasai apa yang Anda pelajari.
Itulah 3 cara yang bisa Anda lakukan dalam mempelajari ilmu komputer. Selain ke tiga cara itu, faktor minat, kemauan dan kedisiplinan sangat besar pengaruhnya pada keberhasilan Anda dalam memahami dan menguasai ilmu komputer. Semoga apa yang saya tuliskan pada postingan ini bermanfaat untuk Anda.

Minggu, 02 Maret 2014

dialog iblis dengan Rasulullah SAW

Dialog Iblis dengan Rasulullah SAW, dalam sebuah Hadits Qudsi.

Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu,uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras.”

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw.

Maka sambut Iblis (alaihi laknat), “Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah, “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun  ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri.

Apa kehendakmu datang menemuiku?” Taklimat Iblis, “Ya Nabi Allah!Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya.”

Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu.” Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum , inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi (1): “Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?”
Jawab Iblis:“Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku dimuka bumi ini.” Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal didalamnya bersamaku. ”

Pertanyaan Nabi (2): “Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?”
Jawab Iblis: “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat,terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disanaaku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur,megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.”

Pertanyaan Nabi (3): “Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?”
Jawab Iblis:“Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya. Tiba-tiba datang firman AllahSWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka aku pun membantah.. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka. Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di PadangArafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat. Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbaga itipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut. Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut.” 

Pertanyaan Nabi (4):“Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?  ”
Jawab Iblis:“Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga,aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku”

Pertanyaan Nabi (5):“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?”
Jawab Iblis:“Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, senantiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya matanya senantiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama,penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri aka nmenghukum mereka dengan seberat-berat hukuman.”

Pertanyaan Nabi (6):“Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah,bagaimana perasaanmu?”
Jawab Iblis:“Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya.”

Pertanyaan Nabi (7):“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah,bagaimana perasaanmu?”
Jawab Iblis:“Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.”

Pertanyaan Nabi (8) :“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”
Jawab Iblis:“YaRasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku.Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umat memulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa.”

Pertanyaan Nabi (9):“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”
Jawab Iblis:“Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar - besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka.Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.” Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu. SaidinaUmar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’. Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya,banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, “Barangsiapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid.”SaidinaAli Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis,syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ -dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata, “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya.”Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya.”

Pertanyaan Nabi (10):“Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?”
Jawab Iblis:“Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a.s,“Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat.”Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan.Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersuka cita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak henda kmengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat. Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istanamahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, diasenantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebutdunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepadayang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judidan perempuan lacur.”

Pertanyaan Nabi (11):“Siapa yang serupa dengan engkau?”
Jawab Iblis:“Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam.”

Pertanyaan Nabi (12):“Siapa yang mencahayakan muka engkau?”
Jawab Iblis:“Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji.”

Pertanyaan Nabi (13):“Apakah rahasia engkau kepada umatku?”
Jawab Iblis:“Jikaseorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari.”

Pertanyaan Nabi (14):“Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?”
Jawab Iblis:“Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan,tiadalah merasa kenyang.”

Pertanyaan Nabi (15):“Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?”
Jawab Iblis:“Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya.”

Pertanyaan Nabi (16):“Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?”
Jawab Iblis: Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu.”

Pertanyaan Nabi (17):“Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?”
Jawab Iblis:“Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin)di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib danisya’, aku beratkan hatinya untuk sholat..”

Pertanyaan Nabi (18) :“Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?”
Jawab Iblis:“Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam.”

Pertanyaan Nabi (19):“Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?”
Jawab Iblis:“Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya”

Pertanyaan Nabi (20):“Apa lagi yang memecahkan mata engkau?”
Jawab Iblis:“Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda,‘Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’” ###

Ibadah-ibadah yang di syariatkan pada hari-hari Dzulhijjah

Ibadah-ibadah yang disyariatkan pada hari-hari di bulan Dzulhijjah

1.Memperbanyak Dzikir kepada Alloh Ta'aalaa

"Tidak ada hari-hari yang lebih mulia & lebih dicintai Alloh melebihi 10 hari bulan dzulhijjah.Maka dari itu perbanyaklah takbir, tahlil, tahmid pada hari-hari tersebut".(HR.Ahmad)

2.Menyembelih hewan Qurban

"Sesungguhnya Rosul sholallahu 'alaihi wasallam pernah berQurban dengan dua ...domba putih yang bertanduk yang beliau sembelih dengan tangannya sendiri,seraya mengucapkan basmalah & takbir.Dan beliau meletakkan kakinya disamping leher domba".(HR.BUKHORI & MUSLIM)

3.Berpuasa pada hari 'Arofah (tgl 9 dzulhijah)

"Puasa 'Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu & setahun akan datang".(HR.MUSLIM)

4.Memperbanyak Shodaqoh

5.Segala amalan keta'atan apa saja berupa 'Umroh , Shiyam ,Sholat Nafilah Dll

Fatawa :

• Syaikhul islam Ibnu Taimiyyah rahimahulloh berkata :" Siang hari pada 10 hari pertama bulan dzulhijjah lebih utama dari siang hari 10 terakhir bulan romadhon, sedangkan malam-malam 10 hari terakhir bulan romadhon lebih utama dari pada malam-malam 10 hari pertama bulan dzulhijjah".

• Larangan bagi para mudhohi ( orang yg akan berQurban ) untuk memotong rambut ataupun kukunya sedikitpun~berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh imam muslim~.

Salam Yang Benar

### Penulisan Salam Yang Benar ###

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh sahabat semuanya...

Sapaan salam yang sering kita ucapkan kepada siapa saja dimanapun dan kapanpun...

Namun dalam penulisan kata salam ini, banyak kita jumpai berbagai versi mulai dari “As”, “Ass”, “Akum”, “Askum”, “Ass. Wr.Wb”, “Mikum”, “Samlekom” dan masih banyak penyingkatan salam dengan berbagai gaya dan bahasa gaul... Taukah sahabat semua bahwa itu semua ada yang tidak memiliki arti dan ada yang memiliki arti lain lho... padahal salam dalam Islam (Assalaamu'alaikum / السلام عليكم / as-salāmu `alaykum) adalah sebuah sapaan yang didalamnya terdapat doa keselamatan, Assalamu'alaikum ini artinya adalah semoga keselamatan tercurah kepadamu ( terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa). Mungkin niatnya mau ngirit ngetik ternyata kata-kata tersebut memiliki arti lain yang mengubah makna salam tersebut.

Coba bandingkan...

Assalaamu’alaikum == Semoga Keselamatan tercurah atas kamu.

“As(dalam bahasa inggris)” malah memiliki arti “sebagai”

“Ass(dalam bahasa inggris)” memiliki arti yang sangat parah yaitu keledai, orang bodoh dan (maaf) pantat

“Akum(gelar untuk orang-orang yahudi)” adalah singkatan dari “Avde Kokhavim U Mazzalot” yang artinya “Hamba-hamba binatang dan orang-orang sesat”

Ass. Wr. Wb dibandingkan dengan Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Ass ~~> lihat keterangan atas

Warahmatullaahi == Dan rahmat Allah (tercurah atas kamu juga)

Wr == tidak di ketahui maknanya

Wabarakaatuh== Dan Berkah Allah (selalu tercurah atas kamu juga)

Wb == tidak di ketahui maknanya

Mikum = tidak diketahui maknanya

Samlekom = matilah kamu (dengar kata orang sih itu artinya)

Jelas sekali penyingkatan yang tertera diatas sangat jauh dari makna doa keselamatan dalam “Assalaamu’alaikum”. Padahal Imam Nawawi, nabi besar kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam telah mengajarkan kita cara salam sesama umat islam dengan 3 ucapan salam yaitu :

1. Assalaamu’alaikum ( السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ )

2. Assalaamu’alaikum Warahmatullaah (السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ)

3. Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh (السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ)

Nah sekarang bagaimana dengan jawaban salam?

Apabila seseorang mengucapkan salam pada kita maka wajib bagi seorang muslim untuk menjawabnya. Nah... beberapa waktu yang lalu, saya menjawab pesan inbox, ternyata ada yang nanya “Jawaban salam yang benar itu Wa’alaikumsalam atau Wa’alaikumussalaam ya???”

Ternyata jawaban yang benar adalah Wa’alaikumussalaam.

Keumuman yang kita dengar, seringkali seseorang menjawab salam dengan WA'ALAIKUM SALAM. Pelafalan seperti ini kuranglah tepat, seharusnya WA'ALAIKUMUSSALAAM.

Coba lihat bahasa arabnya ~> وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ

Karena dari segi hukum baca secara tajwid itu salah, lafal ASSALAAM السلام disertai "AL" (alif laam) , hamzah pada lafal AL merupakan hamzah washal yang ketika dibaca washal / tidak waqof menjadi tetap tidak berharakat sehingga mengikuti harakat huruf sebelumnya yaitu Dhamah pada huruf Mim lafal WA'ALAIKUMU. Ketika huruf mim bertemu dgn alif laam, maka kata tersebut digabung pengucapannya sehingga menjadi Wa'alaikumussalaam.

Jadi mulai sekarang gunakanlah bahasa yang benar dalam menjawab salam dengan WA'ALAIKUMUSSALAAM..dan lebih lengkap lebih baik, Wa'alaikumussalaam Warahmatullaahi Wabarakaatuh ( وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ )....

Jika ingin pengucapan dan penulisan salamnya bernilai ibadah maka mulalilah sekarang untuk mengubah kebiasaan lama dengan lafazd dan penulisan salam yang benar...